Prabowo-Sandiaga Ternyata tidak Anti-PKI dan Malah Menerima Dukungan - Jaringan Nasional

Thursday, January 31, 2019

Prabowo-Sandiaga Ternyata tidak Anti-PKI dan Malah Menerima Dukungan

Kubu Prabowo-Sandiaga selalu mengatakan bahwa mereka benci bahkan anti-PKI. Namun kenyataannya, mereka justru dengan senang hati menerima dukungan dari keluarga PKI. Hal tersebut diungkapkan oleh Hashim Djojhadikusumo.

“Kami akan terima dukungan dari mana pun kecuali iblis, kecuali setan. Yang lain kami terima, Prabowo terima. Bahkan anak dan cucu PKI pun, cicit PKI, kami akan terima dukungannya.”

Pernyataan tersebut dilontarkan Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Hashim Djojohadikusumo, di Jakarta, Minggu (27/1). Hashim menegaskan bahwa kakaknya, Prabowo Subianto, membuka diri untuk didukung pelbagai macam kelompok masyarakat dengan beragam latar belakang.

Partai Komunis Indonesia (PKI)—serta berbagai organisasi yang seasas, berlindung, dan bernaung di bawahnya—dibubarkan dan dilarang sejak 1966 melalui Keputusan Presiden 1/3/1966 yang diteken Soeharto. Partai yang memperoleh suara terbanyak keempat pada Pemilu 1955 itu dituduh terlibat dalam pembunuhan jenderal-jenderal TNI Angkatan Darat pada 30 September 1965 malam.

Sepanjang 1965-1966, ratusan ribu (perkiraan moderat) hingga jutaan anggota PKI atau siapapun yang dituduh komunis dibunuh. Sisanya masuk penjara tanpa diadili dan dikirim ke kamp kerja paksa. Sanak saudara mereka menjalani hidup seraya menyandang cap pemberontak.

Ucapan Hashim masih mereproduksi label yang sama: Prabowo terbuka menyambut para “pemberontak”. Hashim juga menyiratkan “anak, cucu, dan cicit PKI” sebatas penyumbang dukungan ke kakaknya. Padahal, pembantaian di luar pengadilan itu masuk salah satu daftar pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Indonesia. Cap “anak pemberontak” yang menempel pada keturunan anggota atau simpatisan PKI pun berujung ke diskriminasi.

Dalam kesempatan itu Hashim juga menyampaikan alasan ormas seperti Front Pembela Islam (FPI) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) mendukung sikap politik Prabowo yang berasal dari keluarga Kristen.

Tim kampanye Prabowo memang membuka pintu dukungan dari mana saja. Seandainya Prabowo benar-benar mendapat dukungan dari “anak dan cucu PKI” dan terpilih sebagai presiden, kira-kira bagaimana pemerintahannya merespons agenda pengungkapan kebenaran tragedi 1965-1966 dan penghapusan diskriminasi terhadap para penyintas?

No comments:

Post a Comment