Ekonom Prediksi BI Pertahankan Suku Bunga Acuan - Jaringan Nasional

Wednesday, February 20, 2019

Ekonom Prediksi BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

JaringaNasional, Jakarta – Ekonom prediksi Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 day reverse repo rate di 6 persen.

Hal ini seiring defisit neraca dagang masih besar pada Januari 2019 yang mencapai USD 1,16 miliar. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung menguat.

“Tidak berubah (BI 7 day reverse repo rate-red). Defisit neraca transaksi berjalan atau CAD jadi concern pada semester I. Selain itu, defisit neraca dagang capai USD 1,16 miliar masih besar. Itu yang buat BI akan pertahankan suku bunga,” ujar Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David Sumual saat dihubungi JaringaNasional, Kamis (21/2/2019).

Ia menambahkan, penguatan nilai tukar rupiah juga tidak membuat BI menaikkan suku bunga acuan. Ditambah sentimen lainnya soal ketidakpastian perang dagang juga masih membayangi. Hal itu juga menjadi pertimbangan BI untuk pertahankan suku bunga acuan.

Sementara itu, Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede prediksi hal sama. BI akan kembali mempertahankan kebijakan suku bunga di 6 persen pada rapat dewan gubernur (RDG) yang berlangsung 20-21 Februari.

Ini pertimbangkan nilai tukar rupiah yang cenderung stabil sehingga mendukung terkendalinya harapan inflasi.

“Stabilitas nilai tukar rupiah juga ditopang harapan stance kebijakan bank sentral AS yang lebih dovish mempertimbangkan tren penurunan beberapa data ekonomi seperti pertumbuhan penjualan ritel dan laju produksi industri yang melambat selanjutnya akan membatasi kenaikan inflasi kurang dari dua persen dari target bank sentral AS,” kata dia.

Ia menuturkan, dari domestik kebijakan moneter Bank Indonesia yang masih ketat ditujukan untuk memastikan defisit transaksi berjalan mengecil ke arah 2,5 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2019.

 


Artikel yang berjudul “Ekonom Prediksi BI Pertahankan Suku Bunga Acuan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment