Indeks Kompetitif Indonesia Naik 23 Peringkat Sejak 2017 - Jaringan Nasional

Wednesday, February 6, 2019

Indeks Kompetitif Indonesia Naik 23 Peringkat Sejak 2017

JaringaNasional, Jakarta – Peringkat Indonesia dalam indeks negara kompetitif (The Global Talent Competitiveness Index/GTCI) terus meroket dalam 3 tahun terakhir. Sejak 2017 hingga saat ini, Indonesia sudah naik 23 peringkat.

Mengutip data GTCI 2019, Rabu (6/2/2019), Indonesia berada di peringkat 67. Dibanding negara Asia Tenggara (Southeast Asia, SEA) lain, Indonesia satu peringkat di bawah Thailand (66) dan sembilan peringkat di bawah Filipina (58).

Namun, peningkatan Indonesia melewati dua negara itu. Tahun sebelumnya, Indonesia ada di peringkat 77, artinya Indonesia berhasil naik 10 peringkat. Sementara, Thailand dan Filipina hanya naik empat peringkat.

Jika dilihat pada 2017, Indonesia ada di peringkat 90, kalah dari Zambia dan Sri Lanka. Sekarang Indonesia sudah meroket 23 peringkat melewati dua negara itu.

Tahun ini, tiga peringkat teratas dipegang Swiss, Singapura, dan Amerika Serikat (AS). Singapura betah di peringkat runner-up selama tiga tahun berturut-turut dan negara-negara Nordik terpantau mendominasi 10 besar.

Indeks ini memiliki empat pilar input: Attract (menarik bakat), Grow (menumbuhkan bakat), Retain (memelihara bakat), dan Enable (membuka akses). Kemampuan vokasi dan teknis serta kemampuan pengetahuan global juga dinilai.

Pada masing-masing pilar, peringkat Indonesia tertinggi dalam Grow (51), tetapi lemah dalam Retain (87). Yang paling bawah bagi Indonesia adalah pengetahuan global (97). 

GTCI sudah enam tahun menganalisis talenta di dunia kerja. Ini dilakukan agar mengetahui negara mana yang unggul dan tertinggal.

“Sebagaimana dunia kerja terus berubah secara cepat di sekitar kita, kini lebih dan lebih perlu untuk meraih informasi yang tersedia untuk mengukur bagaimana kita berkompteisi dengan sesama kita,” jelas GTCI.

 


Artikel yang berjudul “Indeks Kompetitif Indonesia Naik 23 Peringkat Sejak 2017” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment