Jaksa Agung Pilihan Prabowo Penuh Intrik dan Tipu Muslihat - Jaringan Nasional

Monday, February 4, 2019

Jaksa Agung Pilihan Prabowo Penuh Intrik dan Tipu Muslihat

Sungguh aneh keinginan kubu Prabowo untuk menunjuk Jaksa Agung dari nonparpol. Apakah karena tekanan dari keluarga Cendana? Bisa jadi iya. Sebab, koalisi Cendana termasuk dalam kubu Prabowo.

Sejumlah tokoh termasuk tiga eks pimpinan KPK Bambang Widjojanto (BW), Busyro Muqoddas, dan Chandra M. Hamzah disebut-sebut bakal menjadi kandidat jaksa agung apabila Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno bisa menang di PIlpres 2019. Bahkan, nama penyidik KPK Novel Baswedan hingga ahli hukum Todung Mulya Lubis. juga masuk ke dalam deretan kandidat tersebut.

Kabar tersebut bermula disampaikan melalui akun Instagram @indonesiaadilmakmur pada Senin (28/1/2019) lalu. Dalam unggahannya itu, ada lima sosok tokoh yang wajahnya terpasang dengan kalimat ‘Kandidat Jaksa Agung Di Pemerintahan Prabowo – Sandiaga.

Menanggapi hal tersebut, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno menjelaskan bahwa belum ada pembahasan terkait kandidat-kandidat jaksa agung yang sudah disebutkan.

“”Belum ada tapi kita sudah pastikan termasuk jaksa hakim yang bagus kita tidak akan menunjuk dari afiliasi politik putra-puteri terbaik bangsa the best the brightest brain man and women untuk menempati posisi-posisi itu,”” kata Sandiaga di Prabowo – Sandiaga Media Center, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2019).

Namun yang terpenting baginya ialah apabila Sandiaga dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto memimpin pemerintah selanjutnya, jaksa agung yang dipilih bukan berasal dari partai politik.

“”Yang jelas jaksa agung nggak akan terafiliasi politik semua tidak boleh memiliki afiliasi politik karena kami tidak ingin hukum itu digunakan untuk memukul lawan dan merangkul kawan,”” pungkasnya.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga menilai, lima nama kandidat jaksa agung dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno adalah bagian kampanye kubu 02. Menurutnya hal itu demi mengerek elektabilitas Prabowo yang stagnan dengan cara mengendrose tokoh lain

“”Jadi mereka mencoba tokoh-tokoh lain sebagai endorse mereka,”” kata Arya ketika dihubungi merdeka.com, Jumat (1/2).

TKN tidak tertarik mengikuti cara yang sama dengan kubu 02. Pihaknya percaya dengan elektabilitas Jokowi. Sehingga tidak perlu mencatut nama tokoh untuk mengerek dukungan.

“”Dan kita tidak menjual-jual nama dari orang lain. Jadi karena mereka tahu enggak bisa naik lagi makanya menunjuk nama-nama lain,”” kata politikus Perindo itu.

Begitu juga dengan wacana kabinet bayangan. Menurut Arya pihaknya fokus kepada pemenangan daripada memikirkan kandidat yang mengisi kursi kabinet jika terpilih.

“”Enggak lah. Kita fokus pemenangan,”” tutupnya.

No comments:

Post a Comment