Kubu Gerindra Tebar Hoaks Jokowi Pakai Konsultan Asing Stanley Greenberg - Jaringan Nasional

Monday, February 11, 2019

Kubu Gerindra Tebar Hoaks Jokowi Pakai Konsultan Asing Stanley Greenberg

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengkaitkan konsultan Amerika Serikat (AS) Stanley Greenberg dengan petahana Joko Widodo. Stanley dikabarkan merupakan konsultan yang membantu Jokowi dalam pemenangan pemilu.

“Kami mendapatkan informasi. Apakah ini benar? Kami tunggu klarifikasi Pak Jokowi,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (5/2/2019).

Andre mengirimkan website lembaga konsultan politik Amerika Serikat, The Political Strategist. Salah satu kontributor yang disebutkan dalam website itu adalah Stanley Bernard Greenberg. Website itu pun mengulas sedikit biografi Stanley yang diketahui merupakan ahli strategi politik yang merupakan mitra pendiri di Greenberg Quinlan Rosner Research (GQR), sebuah perusahaan riset dan kampanye politik yang bermarkas di Washington D.C dan berafiliasi erat dengan Partai Demokrat.

The Political Strategist merinci sejumlah daftar klien Greenberg sebagai penyurvei dan ahli strategi politik. Beberapa di antaranya merupakan pemimpin negara yang namanya cukup terkenal, seperti Presiden AS Bill Clinton, Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela, Wakil Presiden AS Al Gore, Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Senator sekaligus eks Menlu AS John Kerry, Kanselir Jerman Gerhard Shroder hingga Presiden RI Joko Widodo.

“Pak Jokowi menuduh pihak kami memakai konsultan asing dan kami sudah membantahnya. Pak Jokowi mengaku tak pakai konsultan asing. Kami menemukan ada data, bahwa Pak Jokowi kliennya,” kata Andre.

Politikus Gerindra ini menyatakan pihaknya tak ingin melakukan membuat tuduhan. Andre meminta Jokowi mengklarifikasi soal hal ini.

“Kami tidak ingin melakukan tuduhan. Supaya tidak berkembang, tidak jadi fitnah, maka kami bertanya, apakah bener Pak Jokowi pernah jadi klien saudara ini sesuai yang ada di website,” sebutnya.

“Kami minta Pak Jokowi berikan klarifikasi. Kita tak ingin ada fitnah di masyarakat kan. Jangan-jangan ini hoax atau fitnah. Kan kasihan Pak Jokowi,” imbuh Andre.

Isu mengenai Stanley Greenberg merupakan konsultan Jokowi juga pernah muncul dalam Pilpres 2014. Namun hingga saat ini, belum ada bukti Jokowi menjadi klien Stanley.

Seperti diketahui, dunia politik tengah diramaikan dengan isu propaganda penyebaran hoax ala Rusia seperti yang dilontarkan Jokowi. Kubu Prabowo-Sandiaga telah memberikan bantahan. Pihak Rusia melalui kedubesnya di Indonesia juga ikut memberi penegasan tak ikut terkait dengan Pemilu di Indonesia.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf membantah tudingan mengenai tudingan penggunaan jasa konsultan asing, Stanley Greenberg dalam memenangkan kontestasi Pilpres.

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding menilai munculnya isu bisa jadi sengaja dihembuskan oleh kubu Prabowo-Sandiaga Uno yang sebelumnya juga diduga menggunakan konsultan asing dalam pertarungan Pilpres tahun ini.

“Saya tidak pernah mendengar atau melihat ada konsultan asing yang menjadi konsultan Pak Jokowi. Perlu dicek berita yang menyampaikan itu, jangan-jangan juga hoax. Jangan-jangan editan,” ucap Karding dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/2/2019).

Dia menduga isu konsultan asing di kubu Jokowi sengaja dihembuskan untuk mengalihkan isu yang sama di kubu Prabowo-Sandiaga Uno.

“Bisa saja itu dibuat untuk sekedar mengaburkan isu soal konsultan Rusia yang dipakai Prabowo, jadi untuk semacam mengalihkan isu,” ucap politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Sementara itu Jubir Jokowi-Ma’ruf lainnya, Ace Hasan Syadzily mengatakan tudingan Jokowi menggunakan jasa konsultan asing adalah isu daur ulang. Menurutnya, tudingan Jokowi menggunakan jasa Greenberg juga pernah muncul dalam Pilpres 2014.

“Itu tidak laku karena memang hoaks, fiksi dan tidak berdasarkan fakta. Tahun 2019, BPN mengangkat isu hoaks ini karena mereka terdesak oleh opini publik bahwa Prabowo menyewa banyak konsultan asing,” jelas Ace kepada Liputan6.com.

Menurut dia, di era keterbukaan seperti sekarang ini, BPN Prabowo-Sandiaga justru tidak bisa mengelak dengan banyaknya jejak digital kehadiran konsultan asing di kubu mereka.

“Jejak digital bisa ditemukan dalam pengakuan Rob Allyn yang mengakui menjadi bagian tim pemenangan Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014. Jejak Rob Allyn tidak hanya pada Pilpres 2014 tapi kuat indikasi dipakai lagi oleh kubu Prabowo pada Pilpres 2019,” pungkas dia.

No comments:

Post a Comment