Wall Street Bervariasi Usai Ada Pernyataan Perwakilan Dagang AS - Jaringan Nasional

Wednesday, February 27, 2019

Wall Street Bervariasi Usai Ada Pernyataan Perwakilan Dagang AS

JaringaNasional, New York – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi setelah perwakilan dagang AS Robert Lighthizer mengatakan, AS dan China masih kerja keras capai kesepakatan dagang.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 72 poin atau 0,27 persen ke posisi 25.985. Indeks saham S&P 500 susut 4 poin atau 0,14 persen ke posisi 2.789,90. Indeks saham Nasdaq menguat lima poin ke posisi 7.554.

Sentimen negosiasi dagang AS-China menjadi sorotan. Kepada kongres, Lighthizer mengatakan, kalau isu AS hadapi China sangat serius untuk diselesaikan dengan komitmen membeli lebih banyak barang AS dan perubahan struktural China.

Ini adalah komentar publik pertama dari pemimpin negosiator AS sejak Presiden AS Donald Trump menuturkan akan menunda penerapan kenaikan tarif impor barang China pada 1 Maret karena ada kemajuan dalam negosiasi.

“Ketika berita keluar dari Gedung Putih, kita seperti masih punya jalan, dan pelaku pasar optimistis. Kemudian tiba-tiba defensif,” ujar Market Strategist Informa Financial Intelligence, Ryan Nauman, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (28/2/2019).

Wall street melemah sejak awal perdagangan setelah pertemuan kedua antara Presiden AS Donald Trump dan Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un di Vietnam dan ketegangan antara India dan Pakistan.

Dari 11 sektor saham, enam sektor saham bergerak melemah. Sektor saham teknologi bebani wall street dengan turun 0,24 persen. Saham Microsoft Corp dan Intel Corp alami penurunan terbesar.

Adapun indeks saham S&P 500 alami penurunan terbesar lantaran harga minyak yang naik sehingga angkat sektor saham energi. Sektor saham tersebut naik 0,74 persen. Saham Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp naik satu persen.

 


Artikel yang berjudul “Wall Street Bervariasi Usai Ada Pernyataan Perwakilan Dagang AS” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment