BP Tapera Dapat Penyertaan Modal Negara Rp 2,5 Triliun - Jaringan Nasional

Friday, March 29, 2019

BP Tapera Dapat Penyertaan Modal Negara Rp 2,5 Triliun

Sebelumnya, Pemerintah secara resmi telah melantik Komisioner dan Deputi Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Acara pelantikan dilakukan di Gedung Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Jumat 29 Maret 2019.

Turut hadir beberapa menteri dalam kesempatan tersebut, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri.

“Saya cuma mau mengatakan, selamat bekerja,” ujar Sri Mulyani singkat saat sesi konferensi pers usai pelantikan.

Sementara Menteri Basuki berpesan agar komisioner dan deputi komisioner terpilih bisa membangun nama baik organisasi terhadap publik.

“Ibu Menteri Keuangan (Sri Mulyani) dulu berpesan, untuk BP Tapera tahap pertama ini harus bisa membangun kredibilitas organisasi. Baru setelah itu tabungan masyarakat umum bisa menarik,” ungkapnya.

Berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 10 Tahun 2019, posisi Komisioner BP Tapera diserahkan kepada Adi Setianto yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Jaringan dan Layanan Bank BNI, serta Direktur IT dan Operation Bank BTN.

Selanjutnya, Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera diisi Eko Ariantoro yang juga mantan Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan. Lalu ada Deputi Komisioner Bidang Pemupukan Dana Tapera yang dipegang Gatut Subadio, bekas Direktur Dana Pensiun Bank Mandiri.

Sementara posisi Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera dijabat Ariev Baginda Siregar, bekas Kepala Pelaksana Sekretariat Tetap Bapertarum, serta Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi yang dipegang Direktur Operasi Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Nostra Tarigan.

 

-:

 


Artikel yang berjudul “BP Tapera Dapat Penyertaan Modal Negara Rp 2,5 Triliun” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment