Pengamat Pertanyakan Langkah Kemenhub Atur Kembali Kelas Layanan Penerbangan - Jaringan Nasional

Thursday, March 28, 2019

Pengamat Pertanyakan Langkah Kemenhub Atur Kembali Kelas Layanan Penerbangan

JaringaNasional, Jakarta Pengamat penerbangan yang juga anggota Ombudsman bidang transportasi Alvin Lie mempertanyakan langkah Kementerian Perhubungan yang hendak membuat aturan baru mengenai kelas layanan penerbangan (subclass).

“Kalau pemerintah sampai mengatur subclass itu dalam management itu namanya micromanaging, terlalu ngurusin yang kecil-kecil,” ujar dia saat ditanyai JaringaNasional, seperti dikutip Jumat (29/3/2019).

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan sedang menggodok aturan baru demi membuat harga tiket pesawat lebih terjangkau bagi masyarakat.

Dia pun memberi bocoran, bahwa regulasi ini akan lebih banyak mengatur mengenai subclass pelayanan maskapai.

Alvin Lie mengatakan, perkara subclass sebenarnya telah menjadi ranah korporasi. Pemerintah telah cukup mengatur soal batas atas-batas bawah tarif pesawat dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 14 Tahun 2016.

“Saya tidak ketemu negara lain yang mengatur batas atas-batas bawah. Jangankan itu, sekarang sampai mau masuk subclass,” tambah dia.

Dia pun mengingatkan bahwa dunia penerbangan ini memiliki komunitas internasional, seperti Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau International Civil Aviation Organization (ICAO).

“Kalau kita membuat peraturan yang seperti itu, micromanaging, itu nanti kita jadi sorotan internasional. Peraturan di Indonesia kok aneh-aneh sampai segitunya,” ungkap dia.

Maka dari itu, dia mengaku tak akan kaget bila ada pihak maskapai nasional yang dalam waktu dekat ini menyatakan tidak mampu lagi untuk beroperasi.

“Ketika itu terjadi, kapasitas angkut kita akan berkurang, permintaan untuk konsumen juga akan berkurang,” dia menandaskan


Artikel yang berjudul “Pengamat Pertanyakan Langkah Kemenhub Atur Kembali Kelas Layanan Penerbangan” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment