HEADLINE: Bandara Baru Yogyakarta Siap Beroperasi, Bakal Genjot Ekonomi dan Pariwisata? - Jaringan Nasional

Thursday, April 25, 2019

HEADLINE: Bandara Baru Yogyakarta Siap Beroperasi, Bakal Genjot Ekonomi dan Pariwisata?

Pengamat penerbangan yang juga anggota Ombudsman RI Alvin Lie menilai, pembangunan bandara baru selalu disertai oleh hadirnya beberapa tantangan yang harus diselesaikan pihak pengelola.

“Setiap bandara baru selalu menghadapi tantangan, yaitu taraf kesediaan dan ketertarikan pengguna jasa penerbangan (penumpang dan pemilik kargo) untuk menggunakan fasilitas bandara baru tersebut,” ujar dia kepada JaringaNasional.

Menurutnya, daya tarik suatu bandara sangat bergantung pada beberapa faktor. Antara lain, jalan akses, layanan transportasi publik dari dan ke bandara, fasilitas tambahan di sekitar bandara seperti tempat istirahat, makan, SPBU, dan sebagainya, hingga fasilitas dan layanan komersial di dalam kawasan bandara.

“Makin lengkap keempat unsur tersebut tersedia, makin atraktif bandara tersebut bagi pengguna jasa,” ungkap dia.

Alvin Lie pun turut menyoroti tantangan-tantangan yang bisa berpotensi mengurangi daya tarik Bandara Baru Yogyakarta. Di antaranya, jarak yang cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta, yakni 55 km dan membutuhkan waktu tempuh rata-rata sekitar 90 menit.

Selanjutnya, jalan akses tunggal, yaitu jalan raya Yogyakarta-Purworejo yang relatif sempit dan rentan tersendat pada saat lalu lintas padat, bila terjadi kecelakaan atau ada suatu kendaraan besar mogok.

“Kawasan di sekitas bandara juga belum berkembang. Belum ada hotel berbintang dan layanan komersial yang representatif serta berkapasitas besar. Kehandalan dan kepraktisan layanan transportasi publik ke dan dari bandara juga belum teruji,” dia menambahkan.

Di sisi lain, ia mencermati keberadaan Bandara Adi Sumarmo di Solo yang secara jarak lebih kurang setara dari pusat kota Yogyakarta. Namun, lanjutnya, jalan yang menghubungkan Yogyakarta dgn Solo sudah berkembang dengan berbagai fasilitas makan, belanja, istirahat dan sebagainya.

“Selain itu, juga ada layanan KA Yogyakarta-Solo, bahkan nantinya langsung ke bandara Adi Sumarmo. Tersedia pula banyak pilihan angkutan darat untuk rute tersebut,” jelas dia.

Mencermati situasi ini, dia mengatakan, pengelola Bandara Baru Yogyakarta ditantang untuk menawarkan berbagai insentif dan daya tarik bagi pengguna jasa penerbangan agar memilih lapangan udara tersebut, dan bukan beralih ke Bandara Adi Sumarmo..

“Apabila animo pengguna jasa rendah, airlines juga akan mengurangi frekuensi penerbangannya sehingga makin mengurangi daya tarik bandara. Hal-hal tersebut perlu diantisipasi agar Bandara Baru Yogyakarta tidak mengalami nasib serupa dengan Bandara Kertajati,” imbuhnya.

Bandara Internasional Yogyakarta di Kulonprogo direncanakan mulai beroperasi di akhir April. Pesawat kepresidenan akan menjadi pesawat pertama yang mendarat di bandara ini.


Artikel yang berjudul “HEADLINE: Bandara Baru Yogyakarta Siap Beroperasi, Bakal Genjot Ekonomi dan Pariwisata?” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment