Perang Dagang Memanas, Kapan IHSG Bisa Keluar dari Tekanan? - Jaringan Nasional

Monday, May 13, 2019

Perang Dagang Memanas, Kapan IHSG Bisa Keluar dari Tekanan?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memerah pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Nilai tukar rupiah juma melemah di kisaran 14.445per dolar AS.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (14/5/2019), IHSG melemah 53,99 atau 0,88 persen ke posisi 6.081,40. Sedangkan pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00, IHSG masih melemah dengan turun 79,99 poin atau 1,30 persen ke level 6.055,40. Ini adalah level terendah sepanjang tahun ini.

Adapun indeks saham LQ45 melemah 1,63 persen ke posisi 945,21. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah pada perdagangan hari ini.

Sebanyak 179 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 31 saham menguat dan 88 saham diam di tempat. Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.083,02 dan terendah 6.040,67. 

Total frekuensi perdagangan saham 23.006 kali dengan volume perdagangan saham 1,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 494,1 miliar.

Investor asing jual saham Rp 40 miliar di pasar reguler. Posisi rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat sebesar 14.445.

Seluruh sektor berada di zona merah. Saham industri dasar turun 2,22 persen dan membukukan penurunan terbesar. Saham aneka industri melemah 2,15 dan saham manufaktur tertekan 2,01 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham POSA naik 24,68 persen ke posisi Rp 394 per saham, saham MTWI mendaki 18,84 persen ke posisi Rp 82 per saham, dan saham RMBA menguat 12,50 persen ke posisi Rp 450 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang melemah dan menekan IHSG antara lain saham GLOB turun 10,86 persen ke posisi Rp 312 per saham, saham IIKP tergelincir 10 persen ke posisi Rp 55 per saham, dan saham NRCA susut 8,17 persen ke posisi Rp 382 per saham.


Artikel yang berjudul “Perang Dagang Memanas, Kapan IHSG Bisa Keluar dari Tekanan?” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment