Investor Cermati Pertemuan KTT G20, Wall Street Bervariasi - Jaringan Nasional

Wednesday, June 26, 2019

Investor Cermati Pertemuan KTT G20, Wall Street Bervariasi

JaringaNasional, New York – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi dipicu saham perawatan kesehatan yang tertekan mampu diimbangi saham teknologi yang menguat.

Sentimen lainnya di wall street juga didorong investor yang mencermati pesan mengenai keadaan negosiasi perdagangan antara AS dan China yang sedang berlangsung.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 9,77 poin atau 0,04 persen menjadi 26.538,45. Indeks saham S&P 500 turun tipis 3,56 poin atau 0,12 persen menjadi 2.913,82. Indeks saham Nasdaq naik 25,25 poin atau 0,32 persen menjadi 7.909,97.

Saham teknologi memimpin di indeks saham Nasdaq. Sedangkan indeks Dow Jones melemah.

Pergerakan saham di wall street berjuang mencari arah sepanjang sesi perdagangan karena pelaku pasar mencermati apakah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 di Jepang akan menghasilkan kemajuan dalam sengketa tarif berlarut-larut kedua negara.

Pada awal perdagangan, wall street menguat setelah Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, kesepakatan perang dagang antara Amerika Serikat dan China “lengkap sekitar 90 persen”.

Sementara itu, Trump menyatakan kalau sementara ini sangat mungkin hindari mengenakan tarif tambahan pada barang-barang impor China.

“Optimisme perdagangan telah dibatalkan karena hari terus berjalan. Minggu lalu pasar memiliki jalur yang jelas tentang apa yang harus difokuskan. Pemangkasan suku bunga pada Juli dan pertemuan Trump serta Xi di G20 untuk membahas kembali negosiasi perdagangan,” ujar Chief Investment Strategist SlateStone Wealth LLC, Robert Pavlik, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (27/6/2019).

“Apa yang terjadi sejak pemerintahan ini mengeruhkan air dan membingungkan pasar,” kata dia.


Artikel yang berjudul “Investor Cermati Pertemuan KTT G20, Wall Street Bervariasi” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita

No comments:

Post a Comment